Muhammad Azhari, nama abstrak Emhadeazh, lahir di Palembang tanggal 22 Juli 1983. Pendidikan terakhir Sarjana Strata 1 Pend. Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah FKIP Universitas Sriwijaya tahun 2005 dengan skripsi berjudul “Teks Drama Menunggu Godot Karya Samuel Beckett: Sebuah Kajian Posmodernisme”. Aktif pada berbagai kegiatan seni sastra dan teater di Palembang seperti UKM Teater GABI’91 Unsri dan Teater Puncak. Tulisannya dimuat beberapa media massa lokal seperti Warta Unsri, Sumatera Ekspres, Berita Pagi, Radar Palembang, dan Sriwijaya Post. Sebagai penulis puisi dan cerpen, beberapa karyanya yang telah dibukukan antara lain Antologi Puisi “Kamar”(2003) dan Kumpulan Cerpen (2003). Sebagai penulis naskah drama, beberapa karyanya yang telah dipanggungkan antara “Alazon”(2001), “Gerhana dalam Cangkir”(2003), “Salam dari Seudati”(2003), “Centang Prenang Kerang-Kerang”(2004), dan “Genali Cinta Yang Hilang”(2005). Sebagai aktor pernah meraih penghargaan Pemeran Utama Pria Terbaik pada Pertemuan Teater Kampus (PETAK) tahun 2002 di IAIN Raden Fatah Palembang. Beberapa lakon yang pernah dimainkan antara lain “Perhitungan” karya Alan Aykbourn (2002), “Tempat Istirahat” karya David Camptont (2002), “Setan dalam Bahaya” karya Taufik Al Hakim (2002, 2003), sinetron “Cintaku di Pagar Alam” karya Misbach Yusa Biran (2003), “Bom Waktu” karya Nano Riantiarno (2004), “Pesta Pencuri” karya Jean Anouilh (2004). Sebagai sutradara telah mengusung beberapa pementasan karya sendiri maupun karya pengarang kenamaan antara lain “Perhitungan” karya Alan Aykbourn (2002), “Perburuan” karya A.A.Hamzah (2002), “Tempat Istirahat” karya David Camptont (2002), “Gerhana dalam Cangkir” karyanya sendiri (2002), “Lagu Siul in Performance Art” karya Chairil Anwar (2003), “Tingkah Bocah” karya Yudi Ali Yunus (2003,2004), “Pesta Pencuri” karya Jean Anouilh (2004), “Lysistrata” karya Aristofanes (2004), “Genali Cinta Yang Hilang” karyanya sendiri (2005), dan “Anarkis Itu Mati Kebetulan” karya Dario Fo (2005), "Godlob" karya Danarto (2007, dan "Meja Makan Kita" karya Moh. Syafari Firdaus (2007) . Berbagai kegiatan seni sastra dan teater, baik lokal, regional, maupun nasional yang pernah diikuti Pertemuan Ilmiah Regional Masyarakat Linguistik Indonesia tahun 2001 di Universitas Negeri Padang, Sumatera Barat, Pertemuan Teater Kampus Se-Sumatera tahun 2002 di IAIN Raden Fatah Palembang, Pertemuan Teater Mahasiswa Se-Sumbagsel tahun 2003 di Universitas Muhammadiyah Palembang, Pekan Performing Art III Nasional tahun 2003 di Universitas Udayana, Denpasar, Bali, Jambore Nasional Teater Mahasiswa tahun 2002 di Universitas Sriwijaya, Inderalaya, Konferensi Internasional Kesusastraan XVI HISKI tahun 2005, dan Festival Teater Mahasiswa Nasional 3 tahun 2005 di Universitas Gajah Mada, Jogjakarta.
Cuma orang gila ato gak normal seksnya yang gak pernah tergila-gila sama perempuan. Kalo dia tidak suka, kan masih banyak perempuan yang bisa tergila-gila sama kita, jangan geer, Lo!
ekobae wrote on May 15, '07, edited on May 15, '07
Saya mau tanya kepada Anda, apakah Anda pernah tergilai-gila pada seorang perempuan? Apa yang akan anda lakukan jika perempuan itu tidak menyukainya sama sekali?