<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>

<rss version="2.0"
 xmlns:blogChannel="http://backend.userland.com/blogChannelModule"
>

<channel>
<title>Emhadeazh</title>
<link>http://muhammadazhari.multiply.com/</link>
<description>
Muhammad Azhari, nama abstrak Emhadeazh, lahir di Palembang tanggal 22 Juli 1983. Pendidikan terakhir Sarjana Strata 1 Pend. Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah FKIP Universitas Sriwijaya tahun 2005 dengan skripsi berjudul &#x201C;Teks Drama Menunggu Godot Karya Samuel Beckett: Sebuah Kajian Posmodernisme&#x201D;. Aktif pada berbagai kegiatan seni sastra dan teater di Palembang seperti UKM Teater GABI&#x2019;91 Unsri  dan Teater Puncak. Tulisannya dimuat beberapa media massa lokal seperti Warta Unsri, Sumatera Ekspres, Berita Pagi, Radar Palembang, dan Sriwijaya Post.
 Sebagai penulis puisi dan cerpen, beberapa karyanya yang telah dibukukan antara lain Antologi Puisi &#x201C;Kamar&#x201D;(2003) dan Kumpulan Cerpen  (2003). Sebagai penulis naskah drama, beberapa karyanya yang telah dipanggungkan antara &#x201C;Alazon&#x201D;(2001), &#x201C;Gerhana dalam Cangkir&#x201D;(2003), &#x201C;Salam dari Seudati&#x201D;(2003), &#x201C;Centang Prenang Kerang-Kerang&#x201D;(2004), dan &#x201C;Genali Cinta Yang Hilang&#x201D;(2005).
 Sebagai aktor pernah meraih penghargaan Pemeran Utama Pria Terbaik pada Pertemuan Teater Kampus (PETAK) tahun 2002 di IAIN Raden Fatah Palembang. Beberapa lakon yang pernah dimainkan antara lain &#x201C;Perhitungan&#x201D; karya Alan Aykbourn (2002), &#x201C;Tempat Istirahat&#x201D; karya David Camptont (2002), &#x201C;Setan dalam Bahaya&#x201D; karya Taufik Al Hakim (2002, 2003), sinetron &#x201C;Cintaku di Pagar Alam&#x201D; karya Misbach Yusa Biran (2003), &#x201C;Bom Waktu&#x201D; karya Nano Riantiarno (2004), &#x201C;Pesta Pencuri&#x201D; karya Jean Anouilh (2004).
Sebagai sutradara telah mengusung beberapa pementasan karya sendiri maupun karya pengarang kenamaan antara lain &#x201C;Perhitungan&#x201D; karya Alan Aykbourn (2002), &#x201C;Perburuan&#x201D; karya A.A.Hamzah (2002), &#x201C;Tempat Istirahat&#x201D; karya David Camptont (2002), &#x201C;Gerhana dalam Cangkir&#x201D; karyanya sendiri (2002), &#x201C;Lagu Siul in Performance Art&#x201D; karya Chairil Anwar (2003), &#x201C;Tingkah Bocah&#x201D; karya Yudi Ali Yunus (2003,2004), &#x201C;Pesta Pencuri&#x201D; karya Jean Anouilh (2004), &#x201C;Lysistrata&#x201D; karya Aristofanes (2004), &#x201C;Genali Cinta Yang Hilang&#x201D; karyanya sendiri (2005), dan &#x201C;Anarkis Itu Mati Kebetulan&#x201D; karya Dario Fo (2005), &#x22;Godlob&#x22; karya Danarto (2007, dan &#x22;Meja Makan Kita&#x22; karya Moh. Syafari Firdaus (2007) .
 Berbagai kegiatan seni sastra dan teater, baik lokal, regional, maupun nasional yang pernah diikuti Pertemuan Ilmiah Regional Masyarakat Linguistik Indonesia tahun 2001 di Universitas Negeri Padang, Sumatera Barat, Pertemuan Teater Kampus Se-Sumatera tahun 2002 di IAIN Raden Fatah Palembang, Pertemuan Teater Mahasiswa Se-Sumbagsel tahun 2003 di Universitas Muhammadiyah Palembang, Pekan Performing Art III Nasional tahun 2003 di Universitas Udayana, Denpasar, Bali, Jambore Nasional Teater Mahasiswa tahun 2002 di Universitas Sriwijaya, Inderalaya, Konferensi Internasional Kesusastraan XVI HISKI tahun 2005, dan Festival Teater Mahasiswa Nasional 3 tahun 2005 di Universitas Gajah Mada, Jogjakarta.

&#x3C;embed src=&#x22;http://www.blingyblob.com/countdown/countdownD7.swf?tyear1=2006&#x26;amp;tmonth1=12&#x26;amp;tday1=13&#x26;amp;thours1=0&#x26;amp;tminutes1=0&#x26;amp;event=Selamat&#x22; datang&#x26;clr=&#x22;0x009900&#x26;amp;tseconds1=0&#x22; loop=&#x22;false&#x22; menu=&#x22;false&#x22; quality=&#x22;high&#x22; bgcolor=&#x22;0&#x22; name=&#x22;a&#x22; type=&#x22;application/x-shockwave-flash&#x22; pluginspage=&#x22;http://www.macromedia.com/go/getflashplayer&#x22; align=&#x22;&#x22; height=&#x22;160&#x22; width=&#x22;257&#x22;&#x3E;&#x3C;br&#x3E;&#x3C;a href=&#x22;http://www.blingyblob.com/countdown/index.htm&#x22; target=&#x22;_blank&#x22;&#x3E;Get your own countdown at BlingyBlob.com&#x3C;/a&#x3E;
</description>
<pubDate>Sat, 19 Jan 2008 10:00:44 -0000</pubDate>
<lastBuildDate>Fri, 18 Jan 2008 15:28:52 -0000</lastBuildDate>

<image>
<title>Emhadeazh</title>
<url>http://images.muhammadazhari.multiply.com/logo</url>
<link>http://muhammadazhari.multiply.com</link>
<width>100</width>
<height>100</height>
</image>

<item>
<title>TMP</title>
<description>      &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22; style=&#x22;text-align: center;&#x22; align=&#x22;center&#x22;&#x3E;&#x3C;b style=&#x22;&#x22;&#x3E;Taman Makam Pahlawan&#x3C;/b&#x3E;&#x3C;br&#x3E;&#x26;nbsp;&#x3C;/p&#x3E;      &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22; style=&#x22;text-align: center;&#x22; align=&#x22;center&#x22;&#x3E;Oleh Muhammad Azhari&#x3C;br&#x3E;&#x26;nbsp;&#x3C;/p&#x3E;  &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22; style=&#x22;text-align: justify;&#x22;&#x3E;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp; Semua orang pasti punya keberanian. Ikhwalnya, ada tiga kategori yang paling berani&#x3C;i style=&#x22;&#x22;&#x3E; &#x3C;/i&#x3E;berdasarkan fakta dan fiksi, yaitu: (1) &#x3C;i style=&#x22;&#x22;&#x3E;mephistophelesian&#x3C;/i&#x3E;, (2) sineas film horor, dan (3) pahlawan. Itu karena ketiganya terlalu berani menstimulus &#x3C;i style=&#x22;&#x22;&#x3E;fighting spirit &#x3C;/i&#x3E;(semangat juang) untuk menaklukkan rasa takut (&#x3C;i style=&#x22;&#x22;&#x3E;fear&#x3C;/i&#x3E;). Akan tetapi, satu di antara para pemberani itu, yang paling monumental adalah pahlawan; karena makamnya bisa dijadikan taman, lho kok? &#x3C;/p&#x3E;  &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22; style=&#x22;text-align: justify;&#x22;&#x3E;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp; Sulit memang, ketika saya menabuh genderang nyali untuk memerangi rasa takut. Detak jantung seakan berubah menjadi suara tembakan salvo yang menambah kegetiran. Bagi saya, keberanian berlebihan kerap mengundang teror atas kematian masa lalu dan masa depan, disertai hilangnya identitas orang lain; mungkin bisa &#x3C;i style=&#x22;&#x22;&#x3E;narcist&#x3C;/i&#x3E;? &#x3C;/p&#x3E;  &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22; style=&#x22;text-align: justify; text-indent: 36pt;&#x22;&#x3E;Pada prinsipnya, penelusuran keberanian...</description>
<guid isPermaLink="true">http://muhammadazhari.multiply.com/journal/item/8/TMP</guid>
<pubDate>Fri, 18 Jan 2008 15:28:52 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Dua Sisi Hati</title>
<guid isPermaLink="true">http://muhammadazhari.multiply.com/music/item/12/Dua_Sisi_Hati</guid>
<pubDate>Mon, 1 Oct 2007 15:49:10 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Lokal Abiz</title>
<guid isPermaLink="true">http://muhammadazhari.multiply.com/music/item/6/Lokal_Abiz</guid>
<pubDate>Mon, 1 Oct 2007 15:19:05 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>THR</title>
<description>  &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22; style=&#x22;text-align: justify;&#x22;&#x3E;Tunjangan Hari Raya&#x3C;/p&#x3E;  &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22; style=&#x22;text-align: justify;&#x22;&#x3E;Oleh Muhammad Azhari&#x3C;/p&#x3E;  &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22; style=&#x22;text-align: justify;&#x22;&#x3E;&#x26;nbsp;&#x3C;/p&#x3E;  &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22; style=&#x22;text-align: justify;&#x22;&#x3E;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp; Orang-orang di sebuah kantor berita berangsur antre mengambil hidangan saat buka puasa bersama; es buah dalam cangkir kemasan air mineral serta mangkuk kotak berisi nasi plus sayur dan sepotong lauk. Beberapa jenak kesibukan itu beralih pada perbincangan dan penelusuran data atas kasus perampokan di sebuah jasa penukaran uang pecahan kecil (recehan) di Palembang oleh seorang polisi yang akhirnya menembak pecah kepala sendiri. Kemudian, ditimpali informasi dugaan suap yang menyeret seorang anggota Komisi Yudisial (KY) ke dalam jerat hukum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta. Barangkali, bisik saya kepada seorang staf redaksi, satu di antara dua berita tersebut&#x2014;karena mem-&#x3C;i style=&#x22;&#x22;&#x3E;booming&#x3C;/i&#x3E; pada pertengahan Ramadan, menjelang Lebaran&#x2014;bisa saja yang dijadikan &#x3C;i style=&#x22;&#x22;&#x3E;headline&#x3C;/i&#x3E;-nya adalah tunjangan hari raya. &#x3C;/p&#x3E;  &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22; style=&#x22;text-align: justify; text-indent: 36pt;&#x22;&#x3E;Memang selama Ramadan, orang-orang lebih getol mencari tunjangan hari r...</description>
<guid isPermaLink="true">http://muhammadazhari.multiply.com/journal/item/7/THR</guid>
<pubDate>Sun, 30 Sep 2007 19:24:37 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>PSK</title>
<description>  &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22; style=&#x22;text-align: center; line-height: 150%;&#x22; align=&#x22;center&#x22;&#x3E;&#x3C;b style=&#x22;&#x22;&#x3E;Pemerintah Bicara, PSK Bertanya&#x3C;/b&#x3E;&#x3C;/p&#x3E;  &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22; style=&#x22;text-align: center; line-height: 150%;&#x22; align=&#x22;center&#x22;&#x3E;&#x26;nbsp;&#x3C;/p&#x3E;  &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22; style=&#x22;text-align: center; line-height: 150%;&#x22; align=&#x22;center&#x22;&#x3E;Muhammad Azhari&#x3C;/p&#x3E;  &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22; style=&#x22;text-align: center; line-height: 150%;&#x22; align=&#x22;center&#x22;&#x3E;Pemerhati pendidikan, seni, dan jurnalistik&#x3C;/p&#x3E;  &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22; style=&#x22;text-align: center; line-height: 150%;&#x22; align=&#x22;center&#x22;&#x3E;&#x26;nbsp;&#x3C;/p&#x3E;  &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22; style=&#x22;text-align: justify; line-height: 150%;&#x22;&#x3E;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp; Maraknya praktik prostitusi di Indonesia terus memaksa pemerintah &#x201C;buka mulut&#x201D; dalam menggemboskan fenomena sosial yang meresahkan masyarakat. Berbagai kebijakan pemerintah yang disuarakan lewat media massa&#x2014;untuk menertibkan lokalisasi dan prostitusi&#x2014;seakan menjadi kamuflase politik dalam kehidupan manusia dan kemanusiaan. Mungkinkah proyek pencerahan moral abad ini bisa terlaksana jika aparatur pemerintah itu sendiri&#x2014;baik sipil, militer, eksekutif, maupun legislatif masih bersembunyi dalam rimba prostitusi&#x2014;belum ditertibkan? Sementara adat-istiadat, undang-undang, bahkan &#x26;nbsp;kitab suci sekalipun kadang tak mampu menangkis gempuran syahwat manusia.&#x3C;/p&#x3E;  &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22; style=&#x22;text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;&#x22;&#x3E;Fantastis, eksploitasi kelamin senantiasa dijadikan alat penindasan. Masih ada laki-laki yang tetap berusaha menjajah perempuan dalam bentuk perkosaan, peleceha...</description>
<guid isPermaLink="true">http://muhammadazhari.multiply.com/journal/item/6/PSK</guid>
<pubDate>Sun, 30 Sep 2007 19:22:41 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Evergreen 4 Lovers</title>
<guid isPermaLink="true">http://muhammadazhari.multiply.com/music/item/1/Evergreen_4_Lovers</guid>
<pubDate>Sun, 16 Sep 2007 16:26:10 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Koran tanpa Koma</title>
<description>&#x3C;P class=MsoNormal style=&#x22;MARGIN: 0cm 0cm 0pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: center&#x22; align=center&#x3E;&#x3C;B style=&#x22;mso-bidi-font-weight: normal&#x22;&#x3E;&#x3C;FONT face=&#x22;Times New Roman&#x22;&#x3E;&#x3C;FONT color=#333333&#x3E;&#x3C;FONT size=3&#x3E;Koran tanpa Koma &#x3C;/FONT&#x3E;&#x3C;/FONT&#x3E;&#x3C;/FONT&#x3E;&#x3C;/B&#x3E;&#x3C;/P&#x3E;
&#x3C;P class=MsoNormal style=&#x22;MARGIN: 0cm 0cm 0pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: center&#x22; align=center&#x3E;&#x3C;FONT face=&#x22;Times New Roman&#x22; color=#333333 size=3&#x3E;Muhammad Azhari&#x3C;/FONT&#x3E;&#x3C;/P&#x3E;
&#x3C;P class=MsoNormal style=&#x22;MARGIN: 0cm 0cm 0pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: center&#x22; align=center&#x3E;&#x3C;FONT face=&#x22;Times New Roman&#x22; color=#333333 size=3&#x3E;&#x26;nbsp;&#x3C;/FONT&#x3E;&#x3C;/P&#x3E;
&#x3C;P class=MsoNormal style=&#x22;MARGIN: 0cm 0cm 0pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify&#x22;&#x3E;&#x3C;FONT face=&#x22;Times New Roman&#x22; color=#333333 size=3&#x3E;&#x26;nbsp;&#x3C;/FONT&#x3E;&#x3C;/P&#x3E;
&#x3C;P class=MsoNormal style=&#x22;MARGIN: 0cm 0cm 0pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify&#x22;&#x3E;&#x3C;FONT face=&#x22;Times New Roman&#x22;&#x3E;&#x3C;FONT color=#333333&#x3E;&#x3C;FONT size=3&#x3E;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp; Interval zaman terhitung kemunculan &#x3C;I style=&#x22;mso-bidi-font-style: normal&#x22;&#x3E;acta diurna&#x3C;/I&#x3E;&#x2014;dulu digunakan sebagai penyambung lidah Julius Caesar mengenai titahnya kepada rakyat Romawi sekitar tahun 44 sM&#x2014;hingga munculnya koran (&#x3C;I style=&#x22;mso-bidi-font-style: normal&#x22;&#x3E;newspaper&#x3C;/I&#x3E;), bukanlah sebuah proses sulih masa yang sebentar. Dari perjalanan panjang ruang dan waktu itulah dapat ditarik benang merah bahwa kebutuhan umat manusia atas informasi, khususnya melalui media massa cetak seperti koran pun tak bisa dibatasi; kemarin, hari ini, atau nanti, berita tanpa henti. &#x3C;/FONT&#x3E;&#x3C;/FONT&#x3E;&#x3C;/FONT&#x3E;&#x3C;/P&#x3E;
&#x3C;P class=MsoNormal style=&#x22;MARGIN: 0cm 0cm 0pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify&#x22;&#x3E;&#x3C;FONT face=&#x22;Times New Roman&#x22;&#x3E;&#x3C;FONT color=#333333&#x3E;&#x3C;FONT size=3&#x3E;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp; Sehubungan dengan eksistensi koran yang tentu saja bersinggungan dengan peta kehidupan manusia pada masing-masing negara atau wilayah, zaman bahkan peradaban, maka dalam mimbar ini, kita mengadopsi kembali pikiran dan gagasan seputar koran di tengah legitimasi ilmu pengetahuan pascamodern. Tujuannya tak lain membuka wacan...</description>
<guid isPermaLink="true">http://muhammadazhari.multiply.com/journal/item/4/Koran_tanpa_Koma</guid>
<pubDate>Tue, 12 Dec 2006 18:25:21 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Mimpi Buruk Parlemen... </title>
<description>&#x3C;P class=MsoNormal style=&#x22;MARGIN: 0cm 0cm 0pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: center&#x22; align=justify&#x3E;&#x3C;FONT face=&#x22;times, times new roman, serif&#x22; color=#333333 size=3&#x3E;Mimpi Buruk Parlemen, Kado Demokrasi Indonesia? &#x3C;/FONT&#x3E;&#x3C;/P&#x3E;
&#x3C;P class=MsoNormal style=&#x22;MARGIN: 0cm 0cm 0pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: center&#x22; align=justify&#x3E;&#x3C;FONT face=Times color=#333333 size=3&#x3E;&#x3C;/FONT&#x3E;&#x26;nbsp;&#x3C;/P&#x3E;
&#x3C;P class=MsoNormal style=&#x22;MARGIN: 0cm 0cm 0pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: center&#x22; align=justify&#x3E;&#x3C;FONT face=&#x22;times, times new roman, serif&#x22; color=#333333 size=3&#x3E;Muhammad Azhari&#x3C;/FONT&#x3E;&#x3C;/P&#x3E;
&#x3C;P class=MsoNormal style=&#x22;MARGIN: 0cm 0cm 0pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: center&#x22; align=left&#x3E;&#x3C;FONT face=&#x22;times, times new roman, serif&#x22; color=#333333 size=3&#x3E;&#x26;nbsp;&#x3C;/FONT&#x3E;&#x3C;/P&#x3E;
&#x3C;P class=MsoNormal style=&#x22;MARGIN: 0cm 0cm 0pt; TEXT-INDENT: 36pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify&#x22; align=justify&#x3E;&#x3C;FONT face=&#x22;times, times new roman, serif&#x22; color=#333333 size=3&#x3E;Dirgahayu DPR hendaknya diwarnai dengan berbagai introspeksi, baik dari dalam tubuh parlemen itu sendiri maupun dari kalangan rakyat Indonesia. Adapun beberapa usulan bahkan ulah anggota dewan yang seakan mengadopsi kado istimewa anak kecil&#x2014;minta dibuatkan rumah-rumahan, minta diajak jalan-jalan, dan&#x26;nbsp; minta tambahan uang jajan&#x2014;menjadi mimpi buruk menjelang hari ulang tahun badan legislatif itu. &#x3C;/FONT&#x3E;&#x3C;/P&#x3E;
&#x3C;P class=MsoNormal style=&#x22;MARGIN: 0cm 0cm 0pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify&#x22; align=justify&#x3E;&#x3C;FONT size=3&#x3E;&#x3C;FONT face=&#x22;times, times new roman, serif&#x22;&#x3E;&#x3C;FONT color=#333333&#x3E;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp; Barangkali mimpi buruk itu datang ketika sebagian besar anggota DPR nyenyak&#x26;nbsp; tertidur dalam sidang, sehingga harus dibangunkan dengan aksi unjuk rasa (bangga, marah, sedih, atau kecewa) terhadap kinerja wakil rakyat selama beberapa bulan terakhir. Kendatipun belum lama ini sidang dewan telah berhasil merampungkan penyusunan Undang-Undang Pemerintahan Aceh dan Undang-Undang Kewarganegaraan, tapi kemungkinan berbuntut ada udang di balik s...</description>
<guid isPermaLink="true">http://muhammadazhari.multiply.com/journal/item/3/Mimpi_Buruk_Parlemen..._</guid>
<pubDate>Tue, 12 Dec 2006 18:22:28 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Bencana dalam Sastra</title>
<description>&#x3C;P class=MsoNormal style=&#x22;MARGIN: 0cm 24pt 0pt 0cm; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: center&#x22; align=center&#x3E;&#x3C;B style=&#x22;mso-bidi-font-weight: normal&#x22;&#x3E;&#x3C;FONT size=3&#x3E;&#x3C;FONT face=&#x22;garamond, adobe garamond&#x22;&#x3E;&#x3C;FONT color=#333333&#x3E;&#x3C;FONT style=&#x22;BACKGROUND-COLOR: #ffffff&#x22;&#x3E;Bencana dalam Sastra Dilihat dari Epistemologi Posmodernisme &#x3C;SUP&#x3E;1&#x3C;/SUP&#x3E;&#x3C;/FONT&#x3E;&#x3C;/FONT&#x3E;&#x3C;/FONT&#x3E;&#x3C;/FONT&#x3E;&#x3C;/B&#x3E;&#x3C;/P&#x3E;
&#x3C;P class=MsoNormal style=&#x22;MARGIN: 0cm 24pt 0pt 0cm; LINE-HEIGHT: 150%&#x22;&#x3E;&#x3C;FONT style=&#x22;BACKGROUND-COLOR: #ffffff&#x22; face=&#x22;garamond, adobe garamond&#x22; color=#333333 size=3&#x3E;&#x26;nbsp;&#x3C;/FONT&#x3E;&#x3C;/P&#x3E;
&#x3C;P class=MsoNormal style=&#x22;MARGIN: 0cm 24pt 0pt 0cm; LINE-HEIGHT: 150%&#x22;&#x3E;&#x3C;FONT style=&#x22;BACKGROUND-COLOR: #ffffff&#x22; face=&#x22;garamond, adobe garamond&#x22; color=#333333 size=3&#x3E;&#x26;nbsp;&#x3C;/FONT&#x3E;&#x3C;/P&#x3E;
&#x3C;P class=MsoNormal style=&#x22;MARGIN: 0cm 24pt 0pt 0cm; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: center&#x22; align=center&#x3E;&#x3C;B style=&#x22;mso-bidi-font-weight: normal&#x22;&#x3E;&#x3C;FONT size=3&#x3E;&#x3C;FONT face=&#x22;garamond, adobe garamond&#x22;&#x3E;&#x3C;FONT color=#333333&#x3E;&#x3C;FONT style=&#x22;BACKGROUND-COLOR: #ffffff&#x22;&#x3E;Muhammad Azhari &#x3C;SUP&#x3E;2&#x3C;/SUP&#x3E;&#x3C;/FONT&#x3E;&#x3C;/FONT&#x3E;&#x3C;/FONT&#x3E;&#x3C;/FONT&#x3E;&#x3C;/B&#x3E;&#x3C;/P&#x3E;
&#x3C;P class=MsoNormal style=&#x22;MARGIN: 0cm 24pt 0pt 0cm; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: center&#x22; align=center&#x3E;&#x3C;FONT style=&#x22;BACKGROUND-COLOR: #ffffff&#x22; face=&#x22;garamond, adobe garamond&#x22; color=#333333 size=3&#x3E;&#x26;nbsp;&#x3C;/FONT&#x3E;&#x3C;/P&#x3E;
&#x3C;P class=MsoNormal style=&#x22;MARGIN: 0cm 24pt 0pt 0cm; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: center&#x22; align=center&#x3E;&#x3C;FONT style=&#x22;BACKGROUND-COLOR: #ffffff&#x22; face=&#x22;garamond, adobe garamond&#x22; color=#333333 size=3&#x3E;&#x26;nbsp;&#x3C;/FONT&#x3E;&#x3C;/P&#x3E;
&#x3C;P class=MsoNormal style=&#x22;MARGIN: 0cm 24pt 0pt 0cm; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify&#x22;&#x3E;&#x3C;B style=&#x22;mso-bidi-font-weight: normal&#x22;&#x3E;&#x3C;FONT size=3&#x3E;&#x3C;FONT face=&#x22;garamond, adobe garamond&#x22;&#x3E;&#x3C;FONT color=#333333&#x3E;&#x3C;FONT style=&#x22;BACKGROUND-COLOR: #ffffff&#x22;&#x3E;1. Pendahuluan&#x3C;/FONT&#x3E;&#x3C;/FONT&#x3E;&#x3C;/FONT&#x3E;&#x3C;/FONT&#x3E;&#x3C;/B&#x3E;&#x3C;/P&#x3E;
&#x3C;P class=MsoNormal style=&#x22;MARGIN: 0cm 24pt 0pt 0cm; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify&#x22;&#x3E;&#x3C;FONT style=&#x22;BACKGROUND-COLOR: #ffffff&#x22; face=&#x22;garamond, adobe garamond&#x22; color=#333333 size=3&#x3E;&#x26;nbsp;&#x3C;/FONT&#x3E;&#x3C;/P&#x3E;
&#x3C;P class=MsoNormal style=&#x22;MARGIN: 0cm -1.45pt 0pt 0cm; TEXT-INDENT: 36pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify&#x22;&#x3E;&#x3C;FONT style=&#x22;BACKGROUND-COLOR: #ffffff&#x22; face=&#x22;garamond, adobe garamond&#x22; color=#333333 size=3&#x3E;Karya sastra merupakan kreativitas hasil adaptasi pengarang terhadap lingkungan masyarakat. Melalui kreativitas yang dimilikinya, manusia memberikan bobot dan makna terhadap kehidupan (Supriadi, 1998:62). Kreativitas manusia itu akan terus mengisi dan memperkaya khazanah kebudayaan dan peradaban. Dapat disimpulkan bahwa karya sastra merupakan titik temu antara kehidupan dan kebudayaan.&#x3C;/FONT&#x3E;&#x3C;/P&#x3E;
&#x3C;P class=MsoNormal style=&#x22;MARGIN: 0cm -1.45pt 0pt 0cm; TEXT-INDENT: 36pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify&#x22;&#x3E;&#x3C;FONT style=&#x22;BACKGROUND-COLOR: #ffffff&#x22; face=&#x22;garamond, adobe garamond&#x22; color=#333333 size=3&#x3E;Sehubungan dengan itu, Yandianto (2002:2) mengemukakan bahwa karya sastra sebagai kultur suatu kebudayaan tentu memiliki nilai yang tak terbatas. Dengan kata lain, karya sastra sebagai cetusan jiwa pengarang senantiasa mencerminkan sikap kehidupan sosial masyarakat sebelum, sesudah, dan/atau saat karya sastra itu diciptakan.&#x3C;/FONT&#x3E;&#x3C;/P&#x3E;
&#x3C;P class=MsoNormal style=&#x22;MARGIN: 0cm -1.45pt 0pt 0cm; TEXT-INDENT: 36pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify&#x22;&#x3E;&#x3C;FONT style=&#x22;BACKGROUND-COLOR: #ffffff&#x22; face=&#x22;garamond, adobe garamond&#x22; color=#333333 size=3&#x3E;Berkenaan dengan itu pula karya sastra Indonesia identik dengan kehidupan masyarakatnya. Terutama dalam kurun waktu dua tahun terakhir, di mana...</description>
<guid isPermaLink="true">http://muhammadazhari.multiply.com/journal/item/2/Bencana_dalam_Sastra</guid>
<pubDate>Tue, 12 Dec 2006 17:58:59 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Antologi Puisi &#x22;Lelaki dari Hutan Akasia&#x22; (2000-2006)</title>
<description>&#x3C;P class=MsoNormal style=&#x22;MARGIN: 0cm 0cm 0pt; TEXT-ALIGN: justify&#x22;&#x3E;&#x3C;B style=&#x22;mso-bidi-font-weight: normal&#x22;&#x3E;&#x3C;FONT face=&#x22;georgia, times new roman, times, serif&#x22;&#x3E;&#x3C;FONT size=3&#x3E;&#x3C;FONT color=#333333&#x3E;Lelaki dari Hutan Akasia&#x3C;/FONT&#x3E;&#x3C;/FONT&#x3E;&#x3C;/FONT&#x3E;&#x3C;/B&#x3E;&#x3C;/P&#x3E;
&#x3C;P class=MsoNormal style=&#x22;MARGIN: 0cm 0cm 0pt; TEXT-ALIGN: justify&#x22;&#x3E;&#x3C;FONT face=&#x22;georgia, times new roman, times, serif&#x22; color=#333333 size=3&#x3E;&#x26;nbsp;&#x3C;/FONT&#x3E;&#x3C;/P&#x3E;
&#x3C;P class=MsoNormal style=&#x22;MARGIN: 0cm 0cm 0pt; TEXT-ALIGN: justify&#x22;&#x3E;&#x3C;FONT face=&#x22;georgia, times new roman, times, serif&#x22;&#x3E;&#x3C;FONT size=3&#x3E;&#x3C;FONT color=#333333&#x3E;Keringatnya tumbuh di sela-sela embun &#x3C;/FONT&#x3E;&#x3C;/FONT&#x3E;&#x3C;/FONT&#x3E;&#x3C;/P&#x3E;
&#x3C;P class=MsoNormal style=&#x22;MARGIN: 0cm 0cm 0pt; TEXT-ALIGN: justify&#x22;&#x3E;&#x3C;FONT face=&#x22;georgia, times new roman, times, serif&#x22;&#x3E;&#x3C;FONT size=3&#x3E;&#x3C;FONT color=#333333&#x3E;dalam rimbun kalimat penuh abjad bersusun &#x3C;/FONT&#x3E;&#x3C;/FONT&#x3E;&#x3C;/FONT&#x3E;&#x3C;/P&#x3E;
&#x3C;P class=MsoNormal style=&#x22;MARGIN: 0cm 0cm 0pt; TEXT-ALIGN: justify&#x22;&#x3E;&#x3C;FONT face=&#x22;georgia, times new roman, times, serif&#x22;&#x3E;&#x3C;FONT size=3&#x3E;&#x3C;FONT color=#333333&#x3E;menjadi sosok lelaki pada lingkaran kambium. &#x3C;/FONT&#x3E;&#x3C;/FONT&#x3E;&#x3C;/FONT&#x3E;&#x3C;/P&#x3E;
&#x3C;P class=MsoNormal style=&#x22;MARGIN: 0cm 0cm 0pt; TEXT-ALIGN: justify&#x22;&#x3E;&#x3C;FONT face=&#x22;georgia, times new roman, times, serif&#x22;&#x3E;&#x3C;FONT size=3&#x3E;&#x3C;FONT color=#333333&#x3E;Mimpinya di pucuk Akasia. Meresapi kenyataan &#x3C;/FONT&#x3E;&#x3C;/FONT&#x3E;&#x3C;/FONT&#x3E;&#x3C;/P&#x3E;
&#x3C;P class=MsoNormal style=&#x22;MARGIN: 0cm 0cm 0pt; TEXT-ALIGN: justify&#x22;&#x3E;&#x3C;FONT face=&#x22;georgia, times new roman, times, serif&#x22;&#x3E;&#x3C;FONT size=3&#x3E;&#x3C;FONT color=#333333&#x3E;dari tanah perguruan. Hutan akan menukar &#x3C;/FONT&#x3E;&#x3C;/FONT&#x3E;&#x3C;/FONT&#x3E;&#x3C;/P&#x3E;
&#x3C;P class=MsoNormal style=&#x22;MARGIN: 0cm 0cm 0pt; TEXT-ALIGN: justify&#x22;&#x3E;&#x3C;FONT face=&#x22;georgia, times new roman, times, serif&#x22;&#x3E;&#x3C;FONT size=3&#x3E;&#x3C;FONT color=#333333&#x3E;siangnya dengan pohon rindang, lalu &#x3C;/FONT&#x3E;&#x3C;/FONT&#x3E;&#x3C;/FONT&#x3E;&#x3C;/P&#x3E;
&#x3C;P class=MsoNormal style=&#x22;MARGIN: 0cm 0cm 0pt; TEXT-ALIGN: justify&#x22;&#x3E;&#x3C;FONT face=&#x22;georgia, times new roman, times, serif&#x22;&#x3E;&#x3C;FONT size=3&#x3E;&#x3C;FONT color=#333333&#x3E;ia sandarkan cita-cita kayu &#x3C;/FONT&#x3E;&#x3C;/FONT&#x3E;&#x3C;/FONT&#x3E;&#x3C;/P&#x3E;
&#x3C;P class=MsoNormal style=&#x22;MARGIN: 0cm 0cm 0pt; TEXT-ALIGN: justify&#x22;&#x3E;&#x3C;FONT face=&#x22;georgia, times new roman, times, serif&#x22;&#x3E;&#x3C;FONT size=3&#x3E;&#x3C;FONT color=#333333&#x3E;menjadi kertas, &#x3C;/FONT&#x3E;&#x3C;/FONT&#x3E;&#x3C;/FONT&#x3E;&#x3C;/P&#x3E;
&#x3C;P class=MsoNormal style=&#x22;MARGIN: 0cm 0cm 0pt; TEXT-ALIGN: justify&#x22;&#x3E;&#x3C;FONT face=&#x22;georgia, times new roman, times, serif&#x22;&#x3E;&#x3C;FONT size=3&#x3E;&#x3C;FONT color=#333333&#x3E;kertas menjadi buku. &#x3C;/FONT&#x3E;&#x3C;/FONT&#x3E;&#x3C;/FONT&#x3E;&#x3C;/P&#x3E;
&#x3C;P class=MsoNormal style=&#x22;MARGIN: 0cm 0cm 0pt; TEXT-ALIGN: justify&#x22;&#x3E;&#x3C;FONT face=&#x22;georgia, times new roman, times, serif&#x22;&#x3E;&#x3C;FONT size=3&#x3E;&#x3C;FONT color=#333333&#x3E;Cintanya pada daun. Merekah kesunyian &#x3C;/FONT&#x3E;&#x3C;/FONT&#x3E;&#x3C;/FONT&#x3E;&#x3C;/P&#x3E;
&#x3C;P class=MsoNormal style=&#x22;MARGIN: 0cm 0cm 0pt; TEXT-ALIGN: justify&#x22;&#x3E;&#x3C;FONT face=&#x22;georgia, times new roman, times, serif&#x22;&#x3E;&#x3C;FONT size=3&#x3E;&#x3C;FONT color=#333333&#x3E;dari pustaka perawan. Hutan akan meneduhkan &#x3C;/FONT&#x3E;&#x3C;/FONT&#x3E;&#x3C;/FONT&#x3E;&#x3C;/P&#x3E;
&#x3C;P class=MsoNormal style=&#x22;MARGIN: 0cm 0cm 0pt; TEXT-ALIGN: justify&#x22;&#x3E;&#x3C;FONT face=&#x22;georgia, times new roman, times, serif&#x22;&#x3E;&#x3C;FONT size=3&#x3E;&#x3C;FONT color=#333333&#x3E;kemarau dengan gerimis, lalu &#x3C;/FONT&#x3E;&#x3C;/FONT&#x3E;&#x3C;/FONT&#x3E;&#x3C;/P&#x3E;
&#x3C;P class=MsoNormal style=&#x22;MARGIN: 0cm 0cm 0pt; TEXT-ALIGN: justify&#x22;&#x3E;&#x3C;FONT face=&#x22;georgia, times new roman, times, serif&#x22;&#x3E;&#x3C;FONT size=3&#x3E;&#x3C;FONT color=#333333&#x3E;ia tumbangkan benalu &#x3C;/FONT&#x3E;&#x3C;/FONT&#x3E;&#x3C;/FONT&#x3E;&#x3C;/P&#x3E;
&#x3C;P class=MsoNormal style=&#x22;MARGIN: 0cm 0cm 0pt; TEXT-ALIGN: justify&#x22;&#x3E;&#x3C;FONT face=&#x22;georgia, times new roman, times, serif&#x22;&#x3E;&#x3C;FONT size=3&#x3E;&#x3C;FONT color=#333333&#x3E;menjadi humus, &#x3C;/FONT&#x3E;&#x3C;/FONT&#x3E;&#x3C;/FONT&#x3E;&#x3C;/P&#x3E;
&#x3C;P class=MsoNormal style=&#x22;MARGIN: 0cm 0cm 0pt; TEXT-ALIGN: justify&#x22;&#x3E;&#x3C;FONT face=&#x22;georgia, times new roman, times, serif&#x22;&#x3E;&#x3C;FONT size=3&#x3E;&#x3C;FONT color=#333333&#x3E;humus menjadi kamus &#x3C;/FONT&#x3E;&#x3C;/FONT&#x3E;&#x3C;/FONT&#x3E;&#x3C;/P&#x3E;
&#x3C;P class=MsoNormal style=&#x22;MARGIN: 0cm 0cm 0pt; TEXT-ALIGN: justify&#x22;&#x3E;&#x3C;FONT face=&#x22;georgia, times new roman, times, serif&#x22;&#x3E;&#x3C;FONT color=#333333 size=3&#x3E;menjadi kehidupan&#x3C;/FONT&#x3E;&#x3C;/FONT&#x3E;&#x3C;/P&#x3E;
&#x3C;P class=MsoNormal style=&#x22;MARGIN: 0cm 0cm 0pt; TEXT-ALIGN: justify&#x22;&#x3E;&#x3C;FONT face=&#x22;georgia, times new roman, times, serif&#x22;&#x3E;&#x3C;FONT color=#333333 size=3&#x3E;&#x3C;/FONT&#x3E;&#x3C;/FONT&#x3E;&#x26;nbsp;&#x3C;/P&#x3E;
&#x3C;P class=MsoNormal style=&#x22;MARGIN: 0cm 0cm 0pt; TEXT-ALIGN: justify&#x22;&#x3E;&#x3C;FONT face=&#x22;georgia, times new roman, times, serif&#x22; color=#333333 size=3&#x3E;&#x26;nbsp;&#x3C;/FONT&#x3E;&#x3C;/P&#x3E;
&#x3C;P class=MsoNormal style=&#x22;MARGIN: 0cm 0cm 0pt; TEXT-ALIGN: justify&#x22;&#x3E;&#x3C;FONT face=Georgia&#x3E;&#x3C;FONT color=#333333 size=3&#x3E;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;Palembang, 2006&#x3C;/FONT&#x3E;&#x3C;/FONT&#x3E;&#x3C;/P&#x3E;
&#x3C;P class=MsoNormal style=&#x22;MARGIN: 0cm 0cm 0pt; TEXT-ALIGN: justify&#x22;&#x3E;&#x3C;FONT face=&#x22;georgia, times new roman, times, serif&#x22;&#x3E;&#x3C;FONT color=#333333 size=3&#x3E;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nb...</description>
<guid isPermaLink="true">http://muhammadazhari.multiply.com/journal/item/1/Antologi_Puisi_Lelaki_dari_Hutan_Akasia_2000-2006</guid>
<pubDate>Tue, 12 Dec 2006 17:40:48 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Photo Album 2006-12-12 #4</title>
<guid isPermaLink="true">http://muhammadazhari.multiply.com/photos/album/4/Photo_Album_2006-12-12_4</guid>
<pubDate>Tue, 12 Dec 2006 16:45:45 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Photo Album 2006-12-12</title>
<guid isPermaLink="true">http://muhammadazhari.multiply.com/photos/album/1/Photo_Album_2006-12-12</guid>
<pubDate>Tue, 12 Dec 2006 16:23:44 -0000</pubDate>
</item>

</channel>
</rss>